Pages

Jumat, 23 September 2011

10 Kalimat-kalimat Indah

1. Prayer is not a "spare wheel" that you pull out when in trouble, but it is a "steering wheel" that directs the right path throughout.
(Doa bukanlah suatu "roda cadangan" yang Anda pakai ketika dalam masalah, tetapi merupakan "roda kemudi" yang mengarahkan ke jalan yang benar.)

2. Do you know why a Car's WINDSHIELD is so large & the Rearview Mirror is so small? Because our PAST is not as important as ur FUTURE. Look Ahead and Move on.
(Tahukah Anda mengapa kaca depan mobil begitu besar & kaca spion sangat kecil? Karena MASA LALU kita tidak sepenting MASA DEPAN kita. Lihatlah ke Depan dan Jalanilah.)

3. Friendship is like a BOOK. It takes few seconds to burn, but it takes years to write.
(Persahabatan ibarat sebuah BUKU. Butuh beberapa detik untuk membakar, tapi butuh waktu bertahun-tahun untuk menulisnya.)

4. All things in life are temporary. If going well, enjoy it, they will not last forever. If going wrong, don't worry, they can't last long either.
(Segala sesuatu dalam hidup ini sementara. Jika hidup ini berjalan dengan baik, nikmatilah, jika tidak, jangan cemas, itu hanya sementara.)

5. Old Friends are Gold! New Friends are Diamond! If you get a Diamond, don't forget the Gold! Because to hold a Diamond, you always need a Base of Gold!
(Teman Lama ibarat Emas! Teman Baru ibarat Berlian! Jika Anda mendapatkan Berlian, jangan lupakan Emas! Karena untuk menaruh Berlian dalam perhiasan, dibutuhkan Emas!)

6. Often when we lose hope and think this is the end, GOD smiles from above and says, "Relax, sweetheart, it's just a bend, not the end!
(Seringkali ketika kita kehilangan harapan dan berpikir ini adalah akhir segalanya, TUHAN tersenyum dari atas dan berkata, "Tenang, Sayang, itu hanya sebuah tikungan, bukan ujung!)

7. When GOD solves your problems, you have faith in HIS abilities; when GOD doesn't solve your problems HE has faith in your abilities.
(Ketika Tuhan memecahkan masalah Anda, Anda memiliki kepercayaan akan kesanggupan-Nya, ketika Tuhan tidak menyelesaikan masalah Anda, IA memiliki kepercayaan akan kesanggupan Anda.)

8. A blind person asked Swami Vivekanand: "Can there be anything worse than losing eye sight?" He replied: "Yes, losing your vision!"
(Seorang buta bertanya pada Swami Vivekanand: "Bisakah ada sesuatu yang lebih buruk dari kehilangan penglihatan mata?" Dia menjawab: "Ya, kehilangan visi Anda!")

9. When you pray for others, God listens to you and blesses them, and sometimes, when you are safe and happy, remember that someone has prayed for you.
(Ketika Anda berdoa untuk orang lain, Tuhan mendengarkan Anda dan memberkati mereka, dan suatu saat, ketika Anda aman dan bahagia, ingatlah bahwa seseorang telah berdoa untuk Anda.)

10. WORRYING does not take away tomorrows' TROUBLES, it takes away today’s' PEACE.
(KEKHAWATIRAN tidak mengambil PERSOALAN hari esok, melainkan mengambil KEDAMAIAN hari ini.)



diposting oleh: Glass @ WG

Doa Angelus

Sebagian besar umat Katolik Roma mempunyai kebiasaan untuk mengucapkan serangkaian doa tiga kali dalam sehari. Rangkaian doa tersebut dikenal dengan “Doa Angelus” atau “Doa Malaikat Tuhan” Angelus didaraskan pada jam 6 pagi, jam 12 siang dan jam 6 petang. Nama Angelus diambil dari kata pertama dalam doa tersebut dalam bahasa Latin, artinya “Malaikat”. Beginilah bunyinya: Angelus Domini nuntiavit Mariae atau Malaikat Tuhan menyampaikan kabar kepada Maria.

Doa Angelus mungkin adalah suatu cara bagi umat beriman untuk berdoa bersama seperti dalam Breviary atau Ofisi, yaitu doa yang didoakan oleh para imam dan para anggota komunitas suatu Ordo Religius. Umat yang tidak dapat membaca, dapat menghafalkan doanya.

Doa Angelus sudah dimulai sejak tahun 1263 oleh Santo Bonaventura dalam Sidang Umum Ordo Fransiskan. Doa ini berkembang dari abad ke abad sampai dengan zaman Paus Yohanes XXII yang memberikan indulgensi kepada orang yang mengucapkan Doa Angelus.

Paus Pius V dalam tahun 1571 memperbaharui dan melengkapi bentuknya seperti yang kita kenal sekarang ini. Pada waktu itu, Doa Angelus diucapkan pada dini hari untuk menghormati kebangkitan Yesus, pada siang hari untuk menghormati sengsara Yesus dan pada senja hari untuk menghormati peristiwa Inkarnasi.

Di Italia, Doa Kemuliaan ditambahkan sesudah setiap Salam Maria untuk menghormati Tritunggal Mahakudus dalam hubungannya dengan Maria.
Paus Yohanes XXIII dalam catatannya tentang lonceng Angelus yang didentangkan pada pada pagi hari menggambarkan, lonceng dini hari merupakan tanda pergantian malam menjadi siang yang gemilang, pada saat itu langit menunduk untuk bertemu dengan bumi.

Paus Paulus VI dalam ensiklik “Marialis Cultus” menulis, “Doa ini sesudah berabad-abad tetap mempertahankan nilainya dan kesegaran aslinya.” Paus Yohanes Paulus II menandaskan bahwa Doa Angelus tak perlu diubah sebab bentuknya sederhana, diangkat dari Injil, dan asal-muasalnya berkaitan dengan doa perdamaian dan misteri Paska.

Banyak keluarga Katolik dengan setia mengucapkan Doa Angelus pagi, siang dan malam hari. Juga di Indonesia, sejak puluhan tahun yang lampau, bila mendengar lonceng Angelus berbunyi, umat langsung meninggalkan segala kesibukannya untuk sejenak memanjatkan Doa Angelus. Pada Masa Paskah, Doa Angelus diganti dengan Doa Ratu Surga.

Dalam Doa Angelus, biasanya satu orang akan mengucapkan suatu kalimat dan yang lain memberikan tanggapan. Mengapa kita tidak mulai ikut mendoakannya juga?

Bapa Suci sendiri memimpin umatnya berdoa Angelus setiap hari Minggu siang.
Beginilah doanya:

Doa Malaikat Tuhan PS 15
Maria diberi kabar oleh Malaikat Tuhan,
bahwa ia akan mengandung dari Roh Kudus.

Salam Maria ...
Aku ini hamba Tuhan,
terjadilah padaku menurut perkataanmu.

Salam Maria ...
Sabda sudah menjadi daging,
dan tinggal di antara kita.

Salam Maria ...
Doakanlah kami, ya Santa Bunda Allah,
supaya kami dapat menikmati janji Kristus.


Doa:
Ya Allah, karena kabar malaikat kami mengetahui bahwa Yesus Kristus Putra-Mu menjadi manusia; curahkanlah rahmat-Mu ke dalam hati kami, supaya karena sengsara dan salib-Nya, kami dibawa kepada kebangkitan yang mulia. Sebab Dialah Tuhan, pengantara kami. Amin


DOA RATU SURGA (dalam Masa Paskah)
Ratu Surga bersukacitalah, alleluya,
sebab Ia yang sudi kau kandung, alleluya,
telah bangkit seperti disabdakan-Nya, alleluya!
Doakanlah kami pada Allah, alleluya!
Bersukacita dan bergembiralah, Perawan Maria, alleluya,
sebab Tuhan sungguh telah bangkit, Alleluya!

Ya Allah, Engkau telah menggembirakan dunia dengan kebangkitan Putra-Mu, Tuhan kami Yesus Kristus. Kami mohon, perkenankanlah kami bersukacita dalam kehidupan kekal bersama BundaNya, Perawan Maria. Demi Kristus, pengantara kami. Amin.

sumber : 1. Kartu Doa Gereja Katolik Roh Kudus, Surabaya; 2. News For Kids, Rm Richard Lonsdale; Catholic1 Publishing Company; www.catholic1.com; disesuaikan dengan buku Puji Syukur; Komisi Liturgi KWI

Diperkenankan mengutip / menyebarluaskan artikel di atas dengan mencantumkan: “disarikan dan diterjemahkan oleh YESAYA: www.indocell.net/yesaya”

thread terkait (silahkan klik)

Doa Rosario (Bahasa Jawa)

Konjuk
Konjuk ing Asma Dalem Hyang Rama, saha Hyang Putra, tuwin Hyang Roh Suci. Amin.

Kawula Pitados
Kawula pitados ing Allah Rama Sang Mahakuwasa ingkang nitahaken bumi-langit, saha ing Gusti Yésus Kristus Putra Dalem ontang-anting Pangéran kawula, ingkang miyos saking Ibu Kenya Maria, kagarba déning kuwasa Dalem Hyang Roh Suci, ingkang nandang sangsara nalika jamanipun Ponsius Pilatus, saha kapenthang séda sarta kasarèkaken, tedhak dhateng papan pangentosan, tigang dintenipun wungu saking séda, mékrad dhateng Swarga, pinarak ing satengen Dalem Allah Rama Sang Mahakuwasa, saking ngriku badhé rawuh ngadili para tiyang gesang utawi pejah. Kawula pitados ing Hyang Roh Suci lan panunggiling para suci, pangapuntening dosa, tangining badan, saha geJustify Fullsang langgeng. Amin.

Mugi Linuhurna
Mugi linuhurna Hyang Rama, saha Hyang Putra, tuwin Hyang Roh Suci, kados ing mula-buka, sapunika, sarta ing salami-laminipun. Amin.

Pinujia
Pinujia Asma Dalem Sri Yésus, Ibu Maria, tuwin Santo Yusuf, sapunika sarta langgeng. Amin.

Rama Kawula
Rama kawula ing Swarga, Asma Dalem kaluhurna, Kraton Dalem mugi rawuha, karsa Dalem kalampahana, wonten ing donya kados in Swarga. Kawula nyuwun rejeki kanggé sapunika, sakathahing lepat nyuwun pangapunten Dalem, kados déné anggèn kawula ugi ngapunten dhateng sesami, kawula nyuwun tinebihna saking panggodha, saha linuwarna saking piawon. Amin.

Sembah Bekti Katur Ing Putra Putri Dalem Sang Hyang Rama
Sembah Bekti Maria
Sembah bekti kawula Dèwi Maria, kekasihing Allah, Pangéran nunggil ing Panjenengan Dalem sami-sami wanita Sang Dèwi pinuji piyambak, saha pinuji ugi wohing salira Dalem Sri Yésus. Dèwi Maria Ibuning Allah, kawula tiyang dosa sami nyuwun pangèstu Dalem, samangké tuwin bénjing dumugining pejah. Amin

Sembah Bekti Katur Ing Ibu Dalem Sang Hyang Putra
Sembah bekti kawula …

Sembah Bekti Katur Ing Pramèswari Dalem Sang Hyang Roh Suci
Sembah bekti kawula …

Mugi Linuhurna …

Pinujia …

I. KABINGAHAN DALEM
1. Malaékat Gabrièl Nglantaraké Dhawuh Marang Ibu Maria
Waosan InjilNanging Malaékat ngandika,”Sampun ajrih Maria, panjenengan sampun manggih sih ing ngarsaning Allah. Lha punika panjenengan badhé anggarbini sarta mbabar putra kakung ingkang kedah panjenengan paringi asma Yésus.” (Lukas 1:30-31)
† Rama kawula ing Swarga …
† Sembah bekti kawula Dèwi Maria … (10x)
† Mugi linuhurna Hyang Rama …
† Pinujia Asma Dalem …

2. Ibu Maria Tuwi Santa Elisabét
Waosan InjilLan sakala bareng Elisabèt ngrungu Dèwi Maria uluk salam, jabang bayi ing guwa-garba nglumba lan Elisabèt dhéwé kapenuhan ing Hyang Roh Suci banjur nguwuh kanthi sora sarta munjuk,”Sami-sami wanita panjenengan tuhu pinuji lan pinuji ugi wohing guwa-garba panjenengan.” (Lukas 1:41-42)
† Rama kawula ing Swarga …
† Sembah bekti kawula Dèwi Maria … (10x)
† Mugi linuhurna Hyang Rama …
† Pinujia Asma Dalem …

3. Sang Kristus Miyos Ing Bètlehèm
Waosan InjilLan mbeneri ana ing kana mau Maria wanciné mbabar. Panjenengané mbabar putra kakung pambajeng kang nuliginedhong ing gombal lan kasèlèhaké ana ing pamakanan awit ing panginepan wis ora oman papan. (Lukas 2:6-7)
† Rama kawula ing Swarga …
† Sembah bekti kawula Dèwi Maria … (10x)
† Mugi linuhurna Hyang Rama …
† Pinujia Asma Dalem …

4. Sang Kristus Dicaosaké Ana Ing Padaleman Suci
Waosan InjilLan Siméon nambut Sang Timur binopong sarwa memuji Allah, unjuké :”Ing samangké pun abdi kalilana mundur kanthi tentrem dhuh Pangéran, manut sabda Dalem, awit mripat kawula sampun nyipati pangentasan Dalem.” (Lukas 2:28-30)
† Rama kawula ing Swarga …
† Sembah bekti kawula Dèwi Maria … (10x)
† Mugi linuhurna Hyang Rama …
† Pinujia Asma Dalem …

5. Sang Kristus Kapanggih Ana Ing Padaleman Suci
Waosan InjilIng telung dinané ketemu ana ing padaleman suci, lenggah ing antarané para guru, mirengaké sarta tetakèn. Kabèh kang ngrungu padha gumun marang landheping panggrahita lan wangsulané. (Lukas 2:46-47)
† Rama kawula ing Swarga …
† Sembah bekti kawula Dèwi Maria … (10x)
† Mugi linuhurna Hyang Rama …
† Pinujia Asma Dalem …

II. SUMUNAR DALEM
1. Gusti Yésus Dibabtis Ana Ing Bengawan Yordhan
Waosan InjilLan dhèk samana Gusti Yésus rawuh saka Nasarèt ing tanah Galiléa, sarta dibabtis Yoanes ana ing Bengawan Yordhan. Lan sanalika bareng mentas saka ing banyu, banjur pirsa ing langit sigar, lan Hyang Roh Suci pindha dara tumurun, lan nedhaki Panjenengané. Banjur ana swara dumeling saka ing langit,”Kowé iku PutraKu kinasih. Kowé kang gawé renaKu.” (Markus 1:9-11)
† Rama kawula ing Swarga …
† Sembah bekti kawula Dèwi Maria … (10x)
† Mugi linuhurna Hyang Rama …
† Pinujia Asma Dalem …

2. Gusti Yésus Paring Pratéla Ana Pangantènan Ing Kana
Waosan InjilIbu Dalem banjur ngandikamarang para abdi,”Kabèh kang didhawuhaké tindakna!” Ing kana ana genthong watu enem, dipasang kanggo wisuh miturut padatan cara Yahudi. Siji-sijiné bisa amot loro utawa telung metreta. Gusti Yésus banjur dhawuh,”Genthong iku kebakana banyu.” Genthong padha diisèni nganti kebak mancep. Nuli Gusti Yésus dhawuh,”Saiki cidhukana lan caosna ,marang sing ngasta pramugari.” Iya banjur dicaosaké. (Yoanes 2:5-8)
† Rama kawula ing Swarga …
† Sembah bekti kawula Dèwi Maria … (10x)
† Mugi linuhurna Hyang Rama …
† Pinujia Asma Dalem …

3. Gusti Yésus Wiwit Mucal Lan Dhawuh Padha Martobat
Waosan InjilBakda Yoanes dicekel, Gusti Yésus banjur tindak menyang Galiléa, martakaké kabar kabungahan kang tumurun saka Allah. Pangandikané,”Wus tekan titi-mangsané, kratoning Allah wus cepak. Padha matobata lan ngandela marang kabar kabungahan.” (Markus 1:14-15)
† Rama kawula ing Swarga …
† Sembah bekti kawula Dèwi Maria … (10x)
† Mugi linuhurna Hyang Rama …
† Pinujia Asma Dalem …

4. Gusti Yésus Kamulyakaké Ana Ing Gunung Tabor
Waosan InjilLan let enem dina Gusti Yésus ngathi Pétrus, Yakobus, lan Yoanes diajak minggah ing gunung dhuwur, miyambak. Lan Gusti santun warni anaing ngarepé. Agemané dadi sumorot putih memplak. Ana ing donya ora ana wong bisa musoni sing mengkono. Nabi Elias lan Nabi Musa padha ngatingal, lan ngendikan karo Gusti Yésus. (Markus 9:2-4)
† Rama kawula ing Swarga …
† Sembah bekti kawula Dèwi Maria … (10x)
† Mugi linuhurna Hyang Rama …
† Pinujia Asma Dalem …

5. Gusti Yésus Yasa Sakramèn Ekaristi
Waosan InjilNuli Gusti mundhut roti, munjuk sembah nuwun, roti dicuwil lan diparingaké sarwa ngandika,”Iki Sliraku, kang bakal kaulungaké nglabuhi kowé. Iki tindakna minangka pangéling-éling marang Aku. Semono uga Gusti mundhut tuwung, sawisé dhahar, sarwa ngandhika,”Iki tuwung Prajanjian Anyar ana ing Rahku, kang diutahaké nglabuhi kowé. (Lukas 22:19-20)
† Rama kawula ing Swarga …
† Sembah bekti kawula Dèwi Maria … (10x)
† Mugi linuhurna Hyang Rama …
† Pinujia Asma Dalem …

III. KASANGSARAN DALEM
1. Gusti Yésus Sungkawa Ana Ing Taman Jaétun
Waosan Injil”Dhuh Rama, manawi dados karsa Dalem mugi tuwung punika kasingkirna saking kawula, nanging sanès kajeng kawula, karsa Dalem kalampahana.” (Lukas 22:42)
† Rama kawula ing Swarga …
† Sembah bekti kawula Dèwi Maria … (10x)
† Mugi linuhurna Hyang Rama …
† Pinujia Asma Dalem …

2. Gusti Yésus Disapu
Waosan InjilWong kang padha njaga Gusti, moyoki Panjenengané lan ngantemi. Gusti dikrukubi lan diantemi wadana Dalem sarta bola-bali ditakoni, celathuné,”Wis wacanen, sapa sing ngantemi kowé iki. Lan isih akèh manèh pitembungané marang Gusti wujud cecamah. (Lukas 22:63-65)
† Rama kawula ing Swarga …
† Sembah bekti kawula Dèwi Maria … (10x)
† Mugi linuhurna Hyang Rama …
† Pinujia Asma Dalem …

3. Gusti Yésus Diagemi Makutha Eri
Waosan InjilLan para prajurit ngenam makutha eri, dietrapaké ing mustaka Dalem. Nuli Panjenengané diagemi sandhangan abang jingga, banjur pada sowan matur,”Pangabekti Ratuning tiyang Yahudi” lan Gusti diantemi.” (Yoanes 19:2-3)
† Rama kawula ing Swarga …
† Sembah bekti kawula Dèwi Maria … (10x)
† Mugi linuhurna Hyang Rama …
† Pinujia Asma Dalem …

4. Gusti Yésus Manggul Pamenthangan
Waosan InjilGusti Yésus ditampilan digawa lunga. Gusti manggul salib Dalem piyambak tindak menyang papan kang diarani Kalpari, tembung Hibrani Golgota. Ana ing kana Gusti disalib lan bebarengan karo Panjenengané ana wong loro kang disalib ngiwa-nengen, déné Gusti Yésus ana ing tengah.” (Yoanes 19:17-18)
† Rama kawula ing Swarga …
† Sembah bekti kawula Dèwi Maria … (10x)
† Mugi linuhurna Hyang Rama …
† Pinujia Asma Dalem …

5. Gusti Yésus Séda Ana Ing Pamenthangan
Waosan InjilKanthi nguwuh swanten sora, Gusti Yésus ngendika,”Dhuh Rama, kawula masrahaken sukma kawula ing asta Dalem, lan ngendika mangkono iku, Gusti Yésus séda. Bareng penatus weruh lelakon mau, mulyakaké Allah, sarta celathu,”Mula nyata Wong iki ora salah.” (Lukas 23:46-47)
† Rama kawula ing Swarga …
† Sembah bekti kawula Dèwi Maria … (10x)
† Mugi linuhurna Hyang Rama …
† Pinujia Asma Dalem …

IV. KAMULYAN DALEM
1. Gusti Yésus Wungu Saka Séda
Waosan InjilWis ora ana ing kéné, wis wungu. Élinga marang pangandikané dhék ana ing Galiléya, sing mangkéné uniné : “Wus Pinasthi Putraning Manungsa kudu diulungaké marang tanganing wong dosa, sarta disalib lan ing telung dinané bakal wungu saka séda.” (Lukas 24:6-7)
† Rama kawula ing Swarga …
† Sembah bekti kawula Dèwi Maria … (10x)
† Mugi linuhurna Hyang Rama …
† Pinujia Asma Dalem …

2. Gusti Mékrad Menyang Swarga
Waosan Injil”Nuli para murid padha diajak nganti tekan Bétania, lan ngumbulaké asta. Gusti maringi berkah lan bareng karo anggoné paring berkah Gusti nilar para rasul, lan kasengkakaké menyang swarga.” (Lukas 24:50-51)
† Rama kawula ing Swarga …
† Sembah bekti kawula Dèwi Maria … (10x)
† Mugi linuhurna Hyang Rama …
† Pinujia Asma Dalem …

3. Hyang Roh Suci Tedhak
Waosan Injil”Kabèh padha kapenuhan ing Hyang Roh Suci, sarta banjur padha guneman nganggo basa warna-warni, mojar manut sakaparengé Hyang Roh Suci.” (Kisah Para Rasul 2:4)
† Rama kawula ing Swarga …
† Sembah bekti kawula Dèwi Maria … (10x)
† Mugi linuhurna Hyang Rama …
† Pinujia Asma Dalem …

4. Ibu Maria Kapundhut Menyang Swarga
Waosan Injil”Nanging kabèh iku ana urut-urutane, sing dhisik dhéwé Sang Kristus, kang jumeneng panunggul, banjur liya-liyané kang dadi kagungan Dalem Sang Kristus, yèn mbésuk rawuh.” (1 Korintus 15:23)
† Rama kawula ing Swarga …
† Sembah bekti kawula Dèwi Maria … (10x)
† Mugi linuhurna Hyang Rama …
† Pinujia Asma Dalem …

5. Ibu Maria Tampi Makutha Ana Ing Swarga
Waosan Injil”Ana pratandha katon ing langit, wanodya asingep surya lan rembulan, ana ing sangandhaping pada déné mustakané jinamang lintang rolas.” (Wahyu 12:1)
† Rama kawula ing Swarga …
† Sembah bekti kawula Dèwi Maria … (10x)
† Mugi linuhurna Hyang Rama …
† Pinujia Asma Dalem …

Sumber:
http://bundagereja.wordpress.com/category/teks-doa/

The 12 days of Christmas

Arti lagu The 12 Days of Christmas
(diambil dari ftp://monica.cin.org)

You're all familiar with the Christmas song, "The Twelve Days of Christmas" I think. To most it's a delightful nonsense rhyme set to music.But it had a quite serious purpose when it was written.

It is a good deal more than just a repetitious melody with pretty phrases and a list of strange gifts.

Catholics in England during the period 1558 to 1829, when Parliament finally emancipated Catholics in England, were prohibited from ANY practice of their faith by law - private OR public. It was a crime to BE a Catholic.

"The Twelve Days of Christmas" was written in England as one of the "catechism songs" to help young Catholics learn the tenets of their faith - a memory aid, when to be caught with anything in *writing* indicating adherence to the Catholic faith could not only get you imprisoned, it could get you hanged, or shortened by a head - or hanged, drawn and quartered, a rather peculiar and ghastly punishment I'm not aware was ever practiced anywhere else. Hanging, drawing and quartering involved hanging a person by the neck until they had almost, but not quite, suffocated to death; then the party was taken down from the gallows, and disembowelled while still alive; and while the entrails were still lying on the street, where the executioners stomped all over them, the victim was tied to four large farm horses, and literally torn into five parts - one to each limb and the
remaining torso.

The songs gifts are hidden meanings to the teachings of the faith. The "true love" mentioned in the song doesn't refer to an earthly suitor, it refers to God Himself. The "me" who receives the presents refers to every baptized person. The partridge in a pear tree is Jesus Christ, the Son of God. In the song, Christ is symbolically presented as a mother partridge which feigns injury to decoy predators from her helpless nestlings, much in memory of the expression of Christ's sadness over the fate of Jerusalem:
"Jerusalem! Jerusalem! How often would I have sheltered thee under my wings, as a hen does her chicks, but thou wouldst not have it so..."

The other symbols mean the following:

2 Turtle Doves = The Old and New Testaments

3 French Hens = Faith, Hope and Charity, the Theological Virtues

4 Calling Birds = the Four Gospels and/or the Four Evangelist

5 Golden Rings = The first Five Books of the Old Testament,
the "Pentateuch", which gives the history of man's fall from grace.

6 Geese A-laying = the six days of creation

7 Swans A-swimming = the seven gifts of the Holy Spirit, the seven sacraments

8 Maids A-milking = the eight beatitudes

9 Ladies Dancing = the nine Fruits of the Holy Spirit

10 Lords A-leaping = the ten commandments

11 Pipers Piping = the eleven faithful apostles

12 Drummers Drumming = the twelve points of doctrine in the Apostle's Creed



12 Days of Christmas
Jum'at, 19 November 2010 - 16:13 wib
Lamtiur Kristin Natalia Malau - Okezone

SALAH satu dari lagu-lagu yang populer dalam Masa Natal adalah lagu “The 12 Days of Christmas”. Lagu tersebut menggambarkan serangkaian hadiah aneh yang diberikan oleh sang kekasih sejati. Termasuk di antaranya seekor ayam hutan di atas Pohon Per dan lima cincin emas.

Bagi kebanyakan orang, lagu tersebut hanyalah sebuah lagu konyol yang membutuhkan ingatan yang kuat agar dapat menyanyikannya hingga selesai. Sesungguhnya, lagu tersebut mengandung arti yang amat istimewa. Di dalamnya terdapat ringkasan ajaran iman Katolik Roma tentang Natal.

Seperti disarikan dan diterjemahkan oleh indocell.net, dari tahun 1558 hingga tahun 1829 banyak orang Kristen di Inggris menentang Gereja Katolik. Mereka mengeluarkan sebuah undang-undang yang melarang para orangtua Katolik mengajarkan iman mereka kepada anak-anak mereka.

Suatu kelompok yang disebut “Kaum Puritan” bahkan melarang segala bentuk perayaan Natal karena dianggap “terlalu Katolik”.

Dalam masa itulah seorang penulis lagu Katolik di Inggris menuliskan lagu “The Twelve Days of Christmas” sebagai lagu katakese anak-anak Katolik. Arti tersembunyi dari hadiah-hadiah dalam lagu tersebut dimaksudkan untuk membantu anak-anak mengingat pelajaran iman mereka.

“Kekasih sejati” dalam lagu tersebut bukanlah kekasih atau pacar dalam arti duniawi, melainkan Allah Bapa sendiri. “Aku” yang menerima hadiah-hadiah tersebut adalah semua orang yang telah dibaptis. Seekor ayam hutan di atas pohon per adalah Yesus Kristus. Dalam lagu tersebut, Kristus digambarkan sebagai induk ayam yang burpura-pura terluka untuk mengelabui pemangsa yang hendak menerkam anak-anaknya yang masih kecil dan lemah. Arti simbol-simbol yang lain adalah:


Dua ekor burung merpati (two turtle doves) = Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru.

Tiga ayam betina Perancis (three French hens) = iman, harapan dan kasih.

Empat burung berkicau (four calling birds) = keempat Injil.

Lima cincin emas (five golden rings) = lima Sakramen yang dapat diterima oleh semua orang Katolik, yaitu: Baptis, Komuni, Penguatan, dan Perminyakan. Dua Sakramen yang lain, yaitu Perkawinan dan Imamat hanya diperuntukkan bagi mereka yang dipanggil untuk maksud tersebut.

Enam itik bertelur (six geese a-laying) = enam hari penciptaan.

Tujuh angsa berenang (seven swans a-swimming) = tujuh karunia Roh Kudus.

Delapan gadis memerah susu (eight maids a-milking) = delapan Sabda Bahagia.

Sembilan nyonya menari (nine ladies dancing) = sembilan buah-buah Roh Kudus.

10 tuan melompat (ten lords a-leaping) = 10 Perintah Allah.

11 pemain suling bermain musik (eleven pipers piping) = 11 rasul yang setia.

12 pemain genderang memukul genderangnya (twelve drummers drumming) = 12 pokok iman dalam Syahadat Para Rasul.
(lam)

Sumber: http://natal.okezone.com/read/2010/11/19/405/394949/12-days-of-christmas

Link youtube:
http://www.youtube.com/watch?v=mIgjsI3MQF4
http://www.youtube.com/watch?v=28GUU1YbP_E

diposting oleh: kupluk, ben2!, jetszz,

Salam Natal dari berbagai bahasa

Selain Selamat Natal, Merry Christmas, Merry X'mas ada yang tahu dalam bahasa lain (bahasa negara lain atau bahasa daerah + kalau ada dengan artinya) Selain yang ada dibawah ini.

YANG MANAKAH YANG BENAR: XMAS ATAU CHRISTMAS? Kedua versi tersebut sama benarnya. Perjanjian Baru ditulis dalam bahasa Yunani. “Xristos” adalah kata Yunani untuk Kristus atau Christos dalam alfabet Romawi. "Kristus" sendiri artinya "Mesias" atau "Yang Diurapi". Jadi, X adalah singkatan yang tepat bagi Kristus. Gereja Perdana seringkali menggunakan X Yunani sebab X merupakan sandi rahasia yang mereka gunakan untuk mencegah orang luar mengenali identitas mereka.

Pada masa sekarang, sebagian orang menggunakan kata “Xmas” untuk mengurangi kesan religius, namun demikian asal kata tersebut sangat Kristiani.


“Christmas” adalah kata yang amat mengagumkan. Artinya “Christ's Mass” atau “Misa Kristus”. Pada abad pertengahan gereja-gereja akan memasang sebuah penanggalan di pintu masuk gereja. Penanggalan tersebut menunjukkan perayaan-perayaan serta pesta-pesta wajib gereja - yaitu hari di mana umat wajib menghadiri Misa seperti pada hari Minggu. Huruf-huruf “mas” (“misa”) seringkali ditambahkan pada akhir nama perayaan atau nama santo/santa yang pestanya sedang dirayakan. Sebagai contoh: perayaan St. Mikhael (29 September) disebut Michaelmas (Misa St. Mikhael). Perayaan kelahiran Yesus disebut Christmas atau Misa Kristus.


“Mass” atau misa berarti “misi”, jadi kita diutus untuk mewartakan kabar sukacita tentang kedatangan Sang Juruselamat. Kita sama seperti para gembala yang mewartakan kabar sukacita ke seluruh penjuru negeri. Ingatlah: don't just keep Christ in Christmas - KEEP THE MASS IN CHRISTMAS!

sumber : P. Richard Lonsdale; Catholic1 Publishing Company; www.catholic1.com; dikutip dari YESAYA: www.indocell.net/yesaya

A
Afrika: Gesëende Kersfees
Albania:Gezur Krislinjden
Arab: Idah Saidan Wa Sanah Jadidah
Argentina: Feliz Navidad
Armenia: Shenoraavor Nor Dari yev Pari Gaghand

B
Belanda: Vrolijk Kerstfeest en een Gelukkig Nieuwjaar! atau Zalig Kerstfeast
Brazil: Boas Festas e Feliz Ano Novo
Bulgaria: Tchestita Koleda; Tchestito Rojdestvo Hristovo

C
Chile: Feliz Navidad
China: (Kanton) Gun Tso Sun Tan'Gung Haw Sun
China: (Mandarin) Kung His Hsin Nien bing Chu Shen Tan
Columbia: Feliz Navidad y Próspero Año Nuevo
Czech: Prejeme Vam Vesele Vanoce a stastny Novy Rok

D
Denmark: Glædelig Jul

E
Eskimo: (inupik) Jutdlime pivdluarit ukiortame pivdluaritlo!

F
Filipina: Maligayan Pasko!

H
Hawai: Mele Kalikimaka
Hindi: Shub Naya Baras
Hungaria: Kellemes Karacsonyi unnepeket

I
Ibrani: Mo'adim Lesimkha. Chena tova
Indonesia: Selamat Hari Natal
Inggris: Merry Christmas
Iraq: Idah Saidan Wa Sanah Jadidah
Irlandia: Nollaig Shona Dhuit, or Nodlaig mhaith chugnat
Italia: Buone Feste Natalizie
Islandia: Gledileg Jol

J
Jepang: Shinnen omedeto. Kurisumasu Omedeto

K
Korea: Sung Tan Chuk Ha
Kroasia: Sretan Bozic

L
Latin: Natale hilare et Annum Faustum!
Lithuania: Linksmu Kaledu

M
Makedonia: Sreken Bozhik
Malaysia: Selamat Hari Natal

N
Norwegia: God Jul, or Gledelig Jul Papua
New Guinea: Bikpela hamamas blong dispela Krismas na Nupela yia i go long yu

P
Pennsylvania German: En frehlicher Grischtdaag un en hallich Nei Yaahr!
Peru: Feliz Navidad y un Venturoso Año Nuevo
Perancis: Joyeux Noel
Portugis:Feliz Natal

R
Rumania: Sarbatori vesele
Russia: Pozdrevlyayu s prazdnikom Rozhdestva is Novim Godom

S
Serbia: Hristos se rodi
Slovakia: Sretan Bozic or Vesele vianoce
Serb-Kroasia: Sretam Bozic. Vesela Nova Godina
Spanyol: Feliz Navidad
Swedia: God Jul and (Och) Ett Gott Nytt År

T
Tagalog: Maligayamg Pasko. Masaganang Bagong Taon
Thailand: Sawadee Pee Mai
Turki: Noeliniz Ve Yeni Yiliniz Kutlu Olsun

U
Ukrainia: Srozhdestvom Kristovym

V
Vietnam: Chung Mung Giang Sinh

W
Welsh: Nadolig Llawen

Y
Yugoslavia: Cestitamo Bozic
Yunani: Kala Christouyenna!

Nemu dari gugel CMIIW
Ternyata Feliz Navidad bahasa Argentina

Kalo Chinese (Mandarin) Should be like this

圣诞快乐 - shèng dàn kuài lè


Diposting oleh: jetszz, Kiyoharu, Free & Easy @WG

Doa Vigili bagi semua manusia yang baru lahir

Doa Vigili bagi semua manusia yang baru lahir

Para Romo, suster, bruder, dan saudara-saudari yang terkasih,

Pada minggu-minggu terakhir ini, kita dipilukan oleh bencana-bencana alam yang merenggut banyak korban manusia. Tetapi kita juga bersyukur karena semangat solidaritas masyarakat kita yang sangat cepat dan tanggap membantu saudara-saudari kita yang tertimpa bencana. Sementara itu dari hari ke hari juga ada bencana kemanusiaan yang sering luput dari perhatian kita ialah kematian manusia yang akan dan baru lahir seperti akibat aborsi ataupun praktek-praktek lain yang menyebabkan kematian begitu banyak janin dan bayi yang tidak berdosa. Di banyak tempat, penghormatan terhadap kehidupan dan martabat manusia tampak semakin luntur dan memprihatinkan. Oleh karena melalui surat edaran kepada para Ketua Konferensi Waligereja se dunia, Tahta Suci, dalam hal ini Dewan Kepausan untuk Keluarga yang bekerjasama dengan Kongregasi Ibadat Ilahi, mengajak seluruh umat beriman di paroki-paroki ataupun komunitas-komunitas di seluruh dunia untuk mengadakan Doa Vigili untuk manusia yang baru lahir pada hari Sabtu, tanggal 27 November 2010 persis saat menjelang Hari Minggu Adven I.

Doa Vigili untuk manusia yang baru lahir ini diadakan pada awal masa Adven sebab pada masa Adven ini kita sedang menantikan kedatangan Tuhan Yesus Kristus, yang kelahiran-Nya kita rayakan pada hari Natal. Kedatangan Tuhan Yesus Kristus melalui kelahiran-Nya hingga wafat-Nya di kayu salib jelas menyatakan kasih Allah yang tiada batas kepada manusia. Dengan kelahiran Putra-Nya di dunia, Allah Bapa hendak menyatakan penghargaan dan penghormatan-Nya kepada kehidupan dan martabat manusia yang telah diciptakan-Nya sesuai dengan citra-Nya.

Menanggapi ajakan Tahta Suci tersebut, Keuskupan Agung Semarang mengharapkan partisipasi umat beriman di seluruh paroki ataupun komunitas-komunitas biara untuk mengadakan Doa Vigili untuk manusia yang baru lahir pada hari Sabtu, 27 November 2010. Doa Vigili ini dapat diadakan setelah perayaan Ekaristi pada hari Sabtu sore tanggal 27 November 2010. Komunitas-komunitas biara juga dimungkinkan mengadakan Doa Vigili untuk manusia yang baru lahir ini pada saat ibadat sore komunitas. Adapun susunan doanya telah disiapkan oleh Komisi Liturgi KAS menurut petunjuk dari edaran Tahta Suci tersebut dan terlampir di sini. Pada pokoknya, doa Vigili ini diadakan di hadapan Sakramen Mahakudus yang ditahtakan dan terdiri atas ibadat sore (Vesper), doa rosario dan doa-doa Adorasi.

Marilah kita menyambut ajakan Gereja Universal ini dengan penuh semangat untuk mendoakan manusia yang baru lahir dan tumbuhnya penghormatan yang semakin tinggi terhadap kehidupan dan martabat manusia.


Hari Raya Semua Orang Kudus
01 November 2010



Komisi Liturgi KAS




PENTAHTAAN SAKRAMEN MAHAKUDUS
(Saat Sakramen Mahakudus ditakhtakan di monstrans, semua berlutut – bila tempat memungkinkan – dan melakukan sembah sujud dengan kedua tangan di dahi atau menunduk hormat, sambil kemudian menyanyikan Nyanyian Pembuka Adorasi Ekaristi)


Lagu iringan Pentakhtaan:
Kutahu Tuhanku (PS 563)

Kutahu Tuhanku, Engkau milikku
Engkau pilihanku, bahagia hatiku
Pengasih, penyayang, Juru slamatku
Yesus, Kau kucinta, kini tekadku.

Kutahu Tuhanku, Engkau kawanku,
Engkau sahabatku, gembira hatiku,
Pengasih, penyayang, Juru slamatku
Yesus, Kau kucinta, kini tekadku.

Kutahu Tuhanku, Engkau Guruku,
Akulah murid-Mu, ‘kan patuh selalu
Pengasih, penyayang, Juru slamatku
Yesus, Kau kucinta, kini tekadku.

IBADAT SORE I (Vesper)

01. Pembuka

P Dalam nama Bapa, dan Putra, dan Roh Kudus.
U Amin.
P Ya, Allah, bersegeralah menolong aku
U Tuhan, Perhatikanlah hamba-Mu.
Kemuliaan kepada Bapa, dan Putera dan Roh Kudus, seperti pada permulaan sekarang selalu, dan sepanjang segala abad. Amin. Alleluya.

































Semoga doaku membubung ke hadapan-Mu
bagaikan dupa,*
semoga tangan yang kutadahkan Kauterima
bagaikan kurban petang.
Awasilah mulutku, ya Tuhan,*
dan jagalah pintu bibirku.
Jangan biarkan hatiku condong kepada kejahatan,*
jangan sampai aku berbuat jahat bersama
orang berdosa.
Selamanya takkan aku makan semeja dengan
orang jahat, *
tak pernah aku menikmati kelezatan mereka.
Biarlah Allah yang adil memukul aku, *
biarlah yang maharahim menyiksa aku.
Selamanya takkan minyak wangi melumasi
rambutku untuk berpesta pora;*
tak mungkin! Sebab selamanya doaku menentang kejahatan mereka.
Biarlah pemimpin mereka jatuh ke cengkeraman
Allah yang hidup,*

biarlah mereka merasakan betapa manislah keputusan-Nya!
Seperti orang dicacah belah dalam neraka,*
demikianpun aku hancur lebur di moncong maut.
Tetapi kepadaMulah mataku tertuju, ya Allah,
Tuhanku, *
kepadaMulah aku mengungsi, lindungilah hidupku.
Lindungilah aku terhadap jerat yang mereka
pasang,*
dan terhadap perangkap orang berdosa.
Kemuliaan kepada Bapa *
dan Putera dan Roh Kudus.
Seperti pada permulaan sekarang selalu *
dan sepanjang segala abad. Amin.

Antifon Mazmur (diserukan bersama-sama):
Ya Tuhan, semoga doaku membubung kehadapan-Mu bagaikan dupa.

Ant.Kidung Filipi: Tuhan Yesus telah menghampakan diri; sebab itu Allah meninggikan Dia selama-lamanya.
Flp 2:5-11
Meskipun berwujud Allah†
Kristus Yesus tidak mau berpegang tegiuh *
pada kemuliaan-Nya yang setara dengan Allah.
Ia telah menghampakan diri†
dengan mengambil keadaan hamba*
dan menjadi sama dengan manusia.
Ia kelihatan sebagai manusia dan
merendahkan diri †
karena taat sampai mati,*
sampai mati di salib.
Sebab itu Allah telah meninggikan Dia†
dan menganugerahkan kepada-Nya*
nama yang melebihi segala nama.
Agar dalam nama Yesus†
bertekuklututlah setiap lutut*
di surga tinggi, di bumi dan di bawah bumi.
Agar setiap lidah mengakui, †
untuk kemuliaan Allah Bapa;*
Tuhanlah Yesus Kristus.

Ant. Kidung Filipi (diserukan bersama-sama):
Tuhan Yesus telah menghampakan diri; sebab itu Allah meninggikan Dia selama-lamanya


04. (Bacaan Singkat Kej 3:9-15)

Pada waktu itu TUHAN Allah memanggil manusia dan berfirman kepadanya: "Di manakah engkau?" Ia menjawab: "Ketika aku mendengar, bahwa Engkau ada dalam taman ini, aku menjadi takut, karena aku telanjang; sebab itu aku bersembunyi." Firman-Nya: "Siapakah yang memberitahukan kepadamu, bahwa engkau telanjang? Apakah engkau makan dari buah pohon, yang Kularang engkau makan itu? "Manusia itu menjawab: "Perempuan yang Kautempatkan di sisiku, dialah yang memberi dari buah pohon itu kepadaku, maka kumakan."Kemudian berfirmanlah TUHAN Allah kepada perempuan itu: "Apakah yang telah kauperbuat ini?" Jawab perempuan itu: "Ular itu yang memperdayakan aku, maka kumakan." Lalu berfirmanlah TUHAN Allah kepada ular itu: "Karena engkau berbuat demikian, terkutuklah engkau di antara segala ternak dan di antara segala binatang hutan; dengan perutmulah engkau akan menjalar dan debu tanahlah akan kaumakan seumur hidupmu. Aku akan mengadakan permusuhan antara engkau dan perempuan ini, antara keturunanmu dan keturunannya; keturunannya akan meremukkan kepalamu, dan engkau akan meremukkan tumitnya."
Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.

05. Kidung Maria (PS 675)
Ant. Kidung Maria: Tuhan akan datang dari jauh, kemegahan-Nya akan memenuhi seluruh bumi.

Jiwaku memuji Tuhan
hatikupun bergemar
Allah Juru s'lamatku
lihat kerendahanku
karena sesungguhnya
‘ku disebut Yang Bahagia
terpujilah kuasa-Nya
karya tangan-Nya.

Puji Tuhan mahamulia
maha kuasa dan benar
kasih setia-Nya kekal
dan kuduslah nama-Nya
cinta serta kasih-Nya
sampai selama-lamanya
adil bagi yang taat
pada janji-Nya.

Ant. Kidung Maria: Tuhan akan datang dari jauh, kemegahan-Nya akan memenuhi seluruh bumi.


06. Doa Rosario (Kej 1:26-38)

Pada waktu itu berfirmanlah Allah: "Baiklah kita menjadikan manusia menurut gambar dan rupa Kita, supaya mereka berkuasa atas ikan-ikan di laut dan burung-burung di udara dan atas ternak dan atas seluruh bumi dan atas segala binatang melata yang merayap di bumi." Maka Allah menciptakan manusia itu menurut gambar-Nya, menurut gambar Allah diciptakan-Nya dia; laki-laki dan perempuan diciptakan-Nya mereka. Allah memberkati mereka, lalu Allah berfirman kepada mereka: "Beranakcuculah dan bertambah banyak; penuhilah bumi dan taklukkanlah itu, berkuasalah atas ikan-ikan di laut dan burung-burung di udara dan atas segala binatang yang merayap di bumi." Berfirmanlah Allah: "Lihatlah, Aku memberikan kepadamu segala tumbuh-tumbuhan yang berbiji di seluruh bumi dan segala pohon-pohonan yang buahnya berbiji; itulah akan menjadi makananmu.

Peristiwa Gembira I:
Maria menerima kabar dari malaikat Gabriel.
Pada waktu itu malaikat Gabriel berkata kepada Maria:
“Salam hai engkau yang dikaruniai, Tuhan menyertai engkau; jangan takut, hai Maria, sebab engkau beroleh kasih karunia di hadapan Allah. Sesungguhnya engkau akan mengandung dan melahirkan seorang anak laki-laki dan hendaklah engkau menamai Dia Yesus”. (Luk 1: 28b, 30b-31)
Bapa Kami…, Salam Maria… (10x),
Kemuliaan…., Terpujilah …

Peristiwa Gembira II
Maria mengunjungi Elizabet
Saat dikunjungi oleh Maria, Elisabet berseru dengan gembira:“Diberkatilah engkau di antara semua perempuan dan diberkatilah buah rahimmu. Siapakah aku ini sampai ibu Tuhanku datang mengunjungi aku?” (Luk 1: 42-43)
Bapa Kami… Salam Maria… (10x).

Kemuliaan…. Terpujilah ….

Peristiwa Gembira III
Yesus dilahirkan di Betlehem
Maria melahirkan seorang anak laki-laki… lalu dibungkusnya dengan kain lampin dan dibaringkannya di dalam palungan, karena tidak ada tempat bagi mereka di rumah penginapan (Luk 2: 7).
Bapa Kami…, Salam Maria… (10x),
Kemuliaan…., Terpujilah…..
Peristiwa Gembira IV:
Yesus dipersembahkan di bait Allah
Ketika bayi Yesus dibawa orangtua-Nya di bait suci Yerusalem, Simeon berkata kepada Maria: “Sesungguhnya Anak ini ditentukan untuk menjatuhkan atau membangkit*kan banyak orang Israel dan untuk menjadi suatu tanda yang menimbulkan perbantahan. Kelak suatu pedang akan menembus jiwamu sendiri” (Luk 2: 34 – 35).
Bapa Kami…, Salam Maria… (10x),
Kemuliaan…., Terpujilah…..

Peristiwa Gembira V
Yesus diketemukan di bait Allah
Ketika Yesus yang berusia 12 tahun ditemukan di bait Allah Yerusalem, Yesus berkata kepada orangtua-Nya:
“Mengapa kamu mencari Aku? Tidakkah kamu tahu, bahwa Aku harus berada di dalam rumah Bapa-Ku? Tetapi mereka tidak mengerti apa yang dikatakan-Nya kepada Mereka” (Luk 2: 49-50).
Bapa Kami…, Salam Maria… (10x),
Kemuliaan…., Terpujilah…..

07. Doa Adorasi Ekaristi

a. Pengantar (memohon agar Bunda Maria membantu kita dengan doanya kepada Yesus Kristus, Putranya)

Ya Bunda Maria, Bunda Penolong Abadi, bantulah kami putra dan putrimu agar kami mampu menghargai setiap bentuk kehi¬dupan yang diciptakan oleh Allah Bapa mahabijak-sana. Bantulah kami dalam doa-doamu, agar kami semakin mampu membangun budaya kehidupan sebagaimana dilaksanakan oleh Yesus Kristus Putramu Tuhan kami.

b. Doa Injil Kehidupan (Paus Yohanes Paulus II)

Ya Maria,
fajar terang dunia, Bunda Kehidupan
kepadamu kami percayakan pokok kehidupan kami.
Pandanglah dunia ini, o Ibu,
Lihatlah sejumlah besar bayi
yang terpaksa tidak boleh lahir

dari orang miskin yang hidupnya dibuat sulit,
dari laki-laki dan perempuan
yang menjadi korban kekerasan brutal,
dari orang tua dan orang sakit
yang dibunuh oleh ketidakpedulian,
atau yang keluar dari pergaulan yang tidak bertanggungjawab.
Berikanlah kepada semua yang percaya akan Putera-Mu,
rahmat dan kekuatan untuk dapat memberitakan
kabar gembira kehidupan dengan kejujuran dan kasih
pada orang-orang zaman ini.
Mohonkanlah rahmat bagi mereka
untuk dapat menerima kabar gembira
sebagai anugerah yang senantiasa baru
yang dirayakan dengan sukacita
dan penuh syukur sepanjang hidupnya.
Mohonkanlah rahmat keberanian
untuk menjadi saksi budaya kehidupan yang teguh dan membangun budaya kebenaran dan cinta bersama semua orang yang berkehendak baik
untuk memuji dan memuliakan Allah,
Sang Pencipta dan penyayang kehidupan. Amin.



c. Tantum Ergo (PS 558/559)

Tantum Ergo Sacramentum,
Veneremur cernui
Et Antiquum documentum
Novo cedat ritui.
Praestet fides supplementum
Sensuum defectui


Genitori, Genitoque
Laus et iubilatio
Salus, honor, virtus quoque,
Sit et benedictio.
Procendenti ab utroque
Compar sit laudatio. Amen.



Atau : (PS 501)

Mari kita memadahkan,
misteri Tubuh mulia,
Darah yang berharga nian,
Darah Raja semesta,
lahir dari Sang Perawan
untuk menebus dunia


Dia lahir bagi kita
dari dara yang murni,
Dia hidup di dunia
menyebar benih Injil.
Dia mengakhiri hayat
dengan cara ajaib










f. Nyanyian Penutup: PS 442

O datanglah Imanuel,

tebus umat-Mu Israel yang dalam berkeluh kesah menantikan Penolongnya. Bersukalah, hai Israel, menyambut Sang Imanuel!

O Tuhan Allah, datanglah, Firman-Mu berkuasalah,
seperti waktu Kau beri di atas puncak Sinai.
Bersukalah, hai Israel menyambut Sang Imanuel!


O datang, Tunas Isai,
patahkan belenggu pedih,
dan umat-Mu s'lamatkanlah,

sengsaranya musnahkanlah.
Bersukalah, hai Israel menyambut Sang Imanuel!




· Dapat dilanjutkan dengan Adorasi Ekaristi pribadi
· Bila tidak ada Adorasi Ekaristi pribadi, Sakramen Mahakudus dikembalikan di tabernakel




ZE10093003 - 2010-09-30
Permalink: http://www.zenit.org/article-30524?l=english
Holy Father Urges Participation in Pro-Life Vigil

US Bishops Mark Respect Life Month

VATICAN CITY, SEPT. 30, 2010 (Zenit.org).- Benedict XVI is calling on all Catholics to join in a Vigil for All Nascent Human Life, to be celebrated in local parishes and dioceses Nov. 27.

The Pope will celebrate the vigil in St. Peter's Basilica on the eve of the First Sunday of Advent, and is requesting "all diocesan bishops (and their equivalent) of every particular church preside in analogous celebrations involving the faithful in their respective parishes, religious communities, associations and movements," a communiqué from the United States Conference of Catholic Bishops reported.

The Congregation for Divine Worship and the Sacraments and the Pontifical Council for the Family collaborated in creating an outline for the vigil, and the U.S. bishops' conference is developing resources for the parishes.

Cardinal Daniel DiNardo of Galveston-Houston, Texas, chairman of the episcopal conference's pro-life committee, highlighted the "unprecedented" nature of this request from the Pontiff.

In a statement written for Respect Life Month, which begins Friday, the prelate said, "I heartily encourage all Catholics, whether at home or traveling over the Thanksgiving holidays, to take part in this special prayer." (In the United States this year, the First Sunday of Advent is the Sunday after Thanksgiving.)

He noted that the purpose "according to the Holy See is to 'thank the Lord for his total self-giving to the world and for his Incarnation which gave every human life its real worth and dignity,' and to 'invoke the Lord's protection over every human being called into existence.'"

The statement also provided a reflection on the theme of this Respect Life Month, which is: "The Measure of Love Is to Love Without Measure."

"With over 1 million innocent children dying from abortion each year, the plague of abortion remains embedded in our culture," Cardinal DiNardo stated.

Widening rift

He observed that "in many areas of public policy, the rift continues to widen between the moral principles expressed by a majority of Americans and the actions of government."

The prelate explained: "For example, Americans oppose public funding of abortion by wide margins, with 67% opposing federal funding of abortion in health care in one recent poll.

"In early 2009, Catholics and others sent over 33 million postcards, and countless e-mails and letters to members of Congress, urging them to 'retain laws against federal funding and promotion of abortion.'

"Yet in March of this year, Congress passed a health care reform law that allows for federal funding of abortion in some programs and could pressure millions of Americans to help subsidize other people's abortions through their health care premiums."

"Defenseless human life is also placed at risk today in the name of science, when researchers seek to destroy human life at its embryonic stage for stem cell research -- and demand the use of all Americans' tax dollars to support this agenda," the cardinal stated.

He noted that "in a recent poll commissioned by the Catholic bishops' Secretariat of Pro-Life Activities, 57% of respondents favored funding only stem cell research avenues that do not harm the donor, using stem cells from cord blood, placentas, and other 'adult' tissues."

"Only 21% favor funding all stem cell research, including research that requires killing embryonic human beings," the prelate added.

"Yet the current administration issued guidelines last year to fund human embryonic stem cell research, and some in Congress are preparing legislation to ensure continued funding despite a federal court's finding that these guidelines may violate the law," he warned.

Cardinal DiNardo affirmed, "Becoming a voice for the child in the womb, and for the embryonic human being at risk of becoming a mere object of research, and for the neglected sick and elderly is one of many ways we can teach our fellow citizens that 'The Measure of Love is to Love Without Measure.'"

--- --- ---
Diposting: November 25, 2010, 17:42
oleh r1chie

Romo Kanjeng (Mgr Soegijapranata, SJ) The Movie

Studio Audio Visual Puskat - Yogyakarta sedang mempersiapkan pembuatan film layar lebar tentang Mgr Soegijapranata SJ ... Romo Kanjeng Silahkan klik http://www.romokanjengthemovie.com/

6 November 1940, Gereja Randusari, Semarang… Siang hari itu Gereja Randusari yang biasanya lengang tiba-tiba menjadi ramai dikunjungi banyak orang, banyak tamu-tamu penting datang. Warga Katholik punya hajatan besar yaitu pentahbisan Gembala mereka yang baru. Uskup yang terpilih itu adalah Rm. Albertus Soegijapranoto SJ yang karena kedudukannya sebagai Uskup kelak lebih dikenal dengan sebutan Rama...

6 November 1940, Gereja Randusari, Semarang…

Siang hari itu Gereja Randusari yang biasanya lengang tiba-tiba menjadi ramai dikunjungi banyak orang, banyak tamu-tamu penting datang. Warga Katholik punya hajatan besar yaitu pentahbisan Gembala mereka yang baru. Uskup yang terpilih itu adalah Rm. Albertus Soegijapranoto SJ yang karena kedudukannya sebagai Uskup kelak lebih dikenal dengan sebutan Rama Kanjeng.

Suasana kesibukan yang tidak biasa sangat terasa di belakang Gereja. Para imam dan umat katolik Jawa berjalan hilir mudik mempersiapkan segala sesuatu untuk upacara misa pentahbisan Uskup mereka yang baru. Dalam kelelahan tampak wajah bahagia mereka seolah ingin mengatakan semua harus berjalan sempurna. Seorang imam lewat membawa kasula yang akan dipakai Uskup baru, para frater yang menjadi misdinar mempersiapkan Wiruk. Dari ujung yang lain seorang imam membawa mitra untuk Uskup yang baru. Orang-orang Katolik Jawa masih membersihkan tempat lilin. Dan seorang imam lewat membawa cincin permata yang akan dipakai oleh Uskup yang baru. Semua tampak sibuk. Sementara itu di dalam Gereja umat dan tamu undangan menanti dengan penuh harap wajah Uskup mereka yang baru. Tampak di sana umat Jawa Katolik yang sederhana diam di dalam Gereja. Umat Indo dan Belanda lebih santai berada di dalam gereja. Sementara tokoh-tokoh penting Gereja Katolik menemani tamu-tamu undangan dari Kraton dan tokoh Masyarakat. Mereka berdiri ketika arak-arakan para Uskup mulai memasuki Gereja. Upacara pentahbisan pun dimulai, upacara berjalan dengan khidmad. Sampai akhirnya di ujung upacara Mgr. Willkens SJ mengatakan,” Umatku semua…..”Inilah Gembalamu…!”. Lalu mulailah Monsinyur Soegijapranata berjalan di antara umat dengan sorak sorai dari umat, dan umat mencium tangan Rama Kanjeng.

4 Bulan Sebelumnya, 1 Agustus 1940, Pastoran Gereja Bintaran, Yogyakarta


Pagi itu Rm Soegija termenung menatap sebuah telegram tentang pengangkatannya sebagai Uskup. Baginya menjadi Uskup itu adalah sebuah salib. Ia terkenang masa kecilnya di desa. Ia ingat kisah dari ibunya ketika ia diruwat harus dibuang ke sampah lalu diambil lagi. Ia juga ingat ketika ibunya mengajarinya mati raga. Ia ingat ketika di sawah dan bercakap-cakap tentang ciptaan ini. Ia juga ingat ketika menantang berkelahi sinyo-sinyo karena situasi ketidakadilan yang ia terima. Lamunannya kembali terhenyak ketika Pak Hardjo pembantu Pastoran datang masuk membawa saoto untuk sarapan pagi Rm Soegija. Rm Soegija bertanya,”Pak Hardjo, apakah pernah melihat seorang Uskup makan saoto?”. Pak Hardjo bingung. Lalu masuk kembali ke dapur dan bertemu dengan pembantu-pembantu lain. Mereka pun mengira Rm Soegija sedang sakit atau malah kesurupan. Tetapi bersamaan dengan itu, dari radio terdengar di luar pengumuman dari MAVRO (Studio Radio di Yogyakarta) bahwa Rm. Soegija diangkat jadi Uskup. Baru pahamlah mereka. Tetapi di dalam ruangan kamar makan, wajah Rm. Soegija malah semakin suram. Menjadi Uskup di jaman seperti ini, salib apa akan kupikul, katanya dalam hati. Wajahnya kembali menerawang jauh, dan….

1942, Jepang Masuk ke Hindia Belanda


Masuknya tentara Jepang dalam kancah peperangan menjadikan Perang Dunia ke-2 semakin memanas. Tanggal 8 Desember 1941 tentara Jepang menyerang sebuah Pangkalan Militer Amerika Serikat di Pearl Harbour dan juga mengobarkan Perang Pacific termasuk Hindia Belanda dan berhasil merebut wilayah Hindia Belanda dari kekuasaan Belanda.

Salib berat Rama Kanjeng Soegijapun mulai dipikul. Semua yang berbau Belanda disita oleh Pemerintah Jepang. Para imam, suster dan tenaga-tenaga Gereja ditangkap dan dimasukkan ke interniran. Sekolah-sekolah yang dikelola oleh para imam dan suster disita, tidak terkecuali seminari menengah. Anak-anak jawa dipulangkan, para seminaris dititipkan di pastoran-pastoran untuk melanjutkan pendidikan calon imam dalam diaspora. Tinggallah Rama Kanjeng bersama beberapa imam Jawa yang merawat iman umat di wilayah Vikariat Semarang.

Dalam kondisi yang sulit ini Rama Kanjeng tetap berusaha menunjukkan sikap heroiknya terutama ketika gereja Randusari ingin disita oleh tentara Jepang untuk dijadikan Markas tentara, dengan tegas Rama Kanjeng menjawab,” Ini adalah tempat yang suci. Saya tidak akan memberi izin. Penggal dahulu kepala saya, maka Tuan baru boleh memakainya.” Pimpinan tentara itu masih mendesak Rama Kanjeng untuk segera menyerahkan aset Gereja Randusari. Dan beliau masih bisa menjawab tegas,”Gedung Bioskop itu masih cukup luas. Dan tempatnya pasti juga strategis.” Inilah cara Rama Kanjeng berdiplomasi.

Pada kesempatan lain, Gereja Atmodirono juga ingin disita oleh tentara Jepang. Segera Rama Kanjeng meminta orang-orang untuk mengisi ruangan-ruangan yang kosong. Karena masih tetap tampak ada ruang yang kosong. Karena masih tetap tampak ada ruang yang kosong, segera ia meminta supaya pintu-pintu itu diberi nama Romo-Romo supaya semua ruangan terlihat ada penghuninya. Dengan cara-cara seperti inilah Rama Kanjeng berhasil untuk menyelamatkan Harta Gereja.

6 dan 9 Agustus 1945, Pengeboman Hirosima dan Nagasaki

Serangan balik bom atom Amerika atas Hirosima dan Nagasaki mengakhiri ekspansi Jepang di wilayah Asia Pasifik. Dalam kondisi kekosongan pemerintahan ini, Bangsa Indonesia memproklamirkan kemerdekaannya pada tanggal 17 Agustus 1945. Pemerintahan Jepang diambil alih oleh Sekutu yang dipimpin oleh Inggris. Dan yang menjadi ancaman berat bagi bangsa Indonesia yang baru saja merdeka ini adalah penyusupan Belanda dalam tubuh sekutu dengan maksud ingin menguasai kembali wilayah Indonesia. Pada masa-masa peralihan antara pemerintahan Jepang dengan Sekutu yang diboncengi oleh Belanda dan sekaligus masa berdirinya Indonesia sebagai bangsa inilah peran Rama Kanjeng juga cukup besar sebagai Pimpinan Gereja Katolik sekaligus sebagai warga negara Indonesia.

15 – 20 Oktober 1945, Pertempuran 5 hari di Semarang


Hari itu adalah hari kedatangan tentara sekutu di kota Semarang. Hari-hari sebelumnya kota Semarang menjadi kota mati yang mencekam karena kontak fisik antara pemuda-pemuda Semarang melawan tentara Jepang. Kota Semarang sudah diblokade oleh tentara Jepang karena kemarahan mereka atas penyerangan pemuda-pemuda Semarang sebelum hari-hari mencekam itu. Tidak terkecuali Pastoran Gedangan tempat Rama Kanjeng tinggal menjadi incaran tentara-tentara Jepang. Kedatangan tentara sekutu dimanfaatkan oleh Rama Kanjeng untuk kembali mengekspresikan keunggulannya dalam berdiplomasi. Rama Kanjeng mendesak pimpinan tentara sekutu untuk mengadakan perundingan dengan pimpinan tentara Jepang. Rama Kanjeng berhasil mempertemukan dua pimpinan itu di Pastoran Gedangan. Dari Perundingan itu Rama Kanjeng juga mendapatkan info dari Pimpinan Tentara Jepang bahwa malam tanggal 20 Oktober itu tentara Jepang akan menjebak pemuda-pemuda Semarang dan menghabisi mereka di daerah Karang Tempel. Rama Kanjeng tidak hanya berhasil menyelamatkan pemuda-pemuda pejuang itu, tetapi juga berhasil membuka blokade tentara Jepang atas kota Semarang. Pertempuran itu pun berhasil digagalkan oleh keunggulan diplomasi Rama Kanjeng pada kedua pimpinan tentara Jepang dan Inggris.

Perang 5 hari di Semarang menjadi kondisi rakyat Semarang sangat menderita. Kelaparan terjadi dimana-mana. Listrik dan air mati, harga beras dan bahan makanan yang tersisa naik dan tidak terjangkau oleh rakyat. Kondisi ini mengakibatkan kerusuhan besar di Semarang, perampokan dan penjarahan terjadi dimana-mana. Jam malam mulai diberlakukan lagi. Kondisi yang semakin parah ini menumbuhkan keprihatinan bagi tokoh-tokoh masyarakat kota Semarang termasuk Rama Kanjeng. Oleh karena itu pada tanggal 20 November 1945 dibentuklah Komite Penolong Rakyat yang diketuai R.S Dwijosewoyo dan RM. Sadat Kadarisman. Kerja keras KPR ini dirasa sungguh-sungguh membantu memulihkan kembali kondisi masyarakat Semarang. Rama Kanjeng juga ikut membantu berdiplomasi dengan cara mengutus utusan ke Jakarta untuk bertemu dengan Perdana Menteri saat itu Sutan Syahrir. Pemerintah Pusat segera mengutus Mr. Wongsonegoro untuk meninjau kota Semarang. Dari pusat dikirim beras dan bahan makanan untuk rakyat. Dan untuk memulai mengatur pemerintahan yang teratur kembali, dipilihlah Mr. Ikhsan menjadi Walikota Semarang untuk memulai mengatur kembali kehidupan rakyat Semarang.

21 Juli 1947, Agresi Belanda 1


Sejak tahun 1946 pusat pemerintahan Indonesia berpindah ke Yogyakarta. Soekarno dan Hatta memimpin negeri yang baru lahir ini di Yogyakarta, sementara Sutan Syahrir masih menjabat sebagai Perdana Menteri di Jakarta. Didorong oleh keprihatinan terhadap nasib bangsanya, Mgr. Soegijapranata juga memindahkan Vikariatnya ke Yogyakarta dan tinggal di Bintaran. Situasi bangsa pun semakin genting. Pemerintah kolonial Belanda semakin kuat ingin menguasai kembali Indonesia. Keuntungan pemerintah kolonial Belanda dalam perjanjian Linggarjati pun tidak membuat tekanan pada bangsa Indonesia mereda tetapi justru lebih keras dengan Agresi I yang dilakukan pada malam hari tanggal 21 Juli 1947 dengan melakukan penyerangan ke kota-kota besar dan strategis di Jawa dan Sumatra.

Saat Agresi Belanda I itu Rama Kanjeng ada di Gereja Purbayan Solo dalam rangka menjalani retret pribadi. Suara sirine dimana-mana, jam malam mulai diberlakukan. Terdengar bahwa Belanda sudah menduduki banyak kota, korban-korban berjatuhan. Suasana yang makin genting ini membuat kementrian penerangan mendesak Rama Kanjeng untuk membuat pidato diplomasi yang disiarkan melalui Radio RRI Surakarta. Tanggal 1 Agustus 1947, pidato itu dibacakan di RRI Surakarta pada pukul 20.00 malam. Isi pidato itu berujung pada desakan untuk gencatan senjata demi kehormatan kedua belah pihak. Pada kesempatan pidato itu Rama Kanjeng juga membacakannya dalam bahasa Indonesia dan bahasa Belanda. Pidato itu juga ditujukan untuk umat Katolik Belanda yang seharusnya berterima kasih dan ikut mendukung gerakan kemerdekaan Bangsa Indonesia. Pidato itu juga merupakan pernyataan sikap umat Katolik di Indonesia yang akan berpihak dan berjuang bersama seluruh rakyat Indonesia untuk mencapai kemerdekaan dan kesejahteraan masyarakat.

19 Desember 1948


Usaha-usaha gencatan senjata dilakukan melalui dukungan beberapa negara anggota PBB sampai ditandatanganinya Perjanjian Renville. Tetapi ini semua tidak menyurutkan usaha Pihak Belanda untuk menguasai kembali Indonesia Belanda melanggar perjanjian Renville, dan pada pagi hari pukul 05.30 pada tanggal 19 Desember 1948 kembali Belanda menyerang ibukota Indonesia, yaitu Yogyakarta. Inilah Agresi militer Belanda yang kedua. Kota Yogyakarta diblokade. Soekarno dan Hatta ditangkap. Dalam kondisi sulit ini, Rama Kanjeng ikut merawat keluarga Soekarno. Dan dalam rangka perjuangan bangsa, Rama Kanjeng juga selalu berkontak di Sri Sultan Hamengku Buwono IX. Pada masa blokade ini Rama Kanjeng juga tetap didatangi imam-imam dan umatnya. Suatu hari Rm. Sandiwan Brata berkunjung, Rm. Kanjeng berpesan agar umat Katolik ikut prihatin dengan situasi bangsa. Maka beliau berpesan supaya natal tahun ini dirayakan dengan sederhana. Suatu hari beliau juga dikunjungi pemuda-pemuda Katolik. Mereka bertanya, sebagai umat Katolik apakah mereka juga harus ikut berjuang. Pertanyaan itu membuat Rama Kanjeng marah. Dengan nada marah Rama Kanjeng meminta pemuda-pemuda itu untuk pergi berjuang dan kembali kalau sudah mati.

Sementara Rama Kanjeng ini sendiri dengan kepiawaiannya berdiplomasi, beliau berhasil menembus blokade Belanda dengan tulisan-tulisannya di majalah Commonwealth untuk pembaca di Amerika Serikat. Tulisan-tulisan ini membuka mata dunia tentang situasi yang terjadi di Indonesia, tentang apa yang dilakukan bangsa Belanda terhadap rakyat Indonesia. Belanda berhasil memblokade Pusat pemerintahan, tetapi gagasan-gagasan dari Rama Kanjeng tidak bisa diblokade. Pikiran-pikirannya menembus batas diplomasi yang ikut mewarnai perjuangan bangsa Indonesia untuk sungguh-sungguh merdeka. Belanda pun akhirnya mengakui kedaulatan RI melalui Konferensi Meja Bundar (KMB) yang ditandatangani tanggal 27 Desember 1949

1949


Rama Kanjeng kembali pindah ke Semarang dan mulailah berkarya sebagai Uskup pada jaman kemerdekaan. Salah satu yang masih menjadi perhatiannya adalah serangan ideologi komunis yang mulai berkembang di Indonesia pada jaman itu dan sudah ia waspadai sejak muda. Pada masa itu Rama Kanjeng dengan dibantu Rama Djikstra mulai bekerja di bidang sosial dan ekonomi. Saat itu mulai dibentuklah serikat-serikat buruh, petani, dan nelayan yang diberi nama Panca Sila. Maka mulailah dikenal Buruh Panca Sila, Petani Panca Sila, dan Nelayan Panca Sila.

1963


Di lingkungan Gereja sendiri pada masa itu terjadi Konsili Vatikan II. Dalam kondisi sakit, Rama Kanjeng harus banyak melakukan perjalanan ke luar negeri dalam rangka konsili. Dalam perjalanan Konsili dan berobat, beliau singgah di Belanda. Beliau juga punya keinginan mengunjungi keluarga-keluarga missionaris Belanda yang bekerja di Indonesia. Beliau ingin mengucapkan terima kasih kepada mereka. Kelelahan ini tidak dirasakan lagi, sampai pada malam hari pukul 22.20 tanggal 22 Juli 1963 beliau meninggal dunia di negeri Belanda. Berita meninggalnya Rama Kanjeng langsung tersebar dan sampi juga ke telinga Soekarno yang segera membuat surat keputusan untuk pemakaman Monsinyur Soegijapranata SJ sebagai Pahlawan Nasional.

(Oleh : FX. MURTI HADI WIJAYANTO SJ)


Diposting oleh: R E D