Pages

Tampilkan postingan dengan label doa rosario. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label doa rosario. Tampilkan semua postingan

Senin, 31 Oktober 2011

Doa Syukur atas Bulan Rosario

Allah Bapa Surgawi, kami mengucap syukur kepada-Mu atas bulan-bulan yang telah kami lewati. Khususnya kami mengucap syukur kepada-Mu atas Bulan Rosario yang berakhir pada hari ini. Kami bersyukur karena kami dapat melewati bulan ini dengan berkanjang dalam doa Rosario suci, doa yang diminta oleh Bunda dan nabiah surgawi ketika ia turun dari surga.

Dengan mendaras Rosario suci ini dengan kepasrahan, kepercayaan dan ketekunan, kami merenungkan misteri-misterinya dan memperoleh dari pada-Mu anugerah besar, terlebih rahmat perubahan hati, pertobatan dan keselamatan.

Dengan mendaras Rosario suci kami berdoa bersama Bunda surgawi, Ratu Rosario suci, dan hidup dalam perlindungan Hati Maria Yang Tak Bernoda, yang membuat kami merasa aman dan damai, seperti dilakukan oleh induk ayam terhadap anak-anaknya.

Doa syukur ini kami persembahkan kepada-Mu, dengan pengantaraan Yesus Kristus, Putra-Mu, Tuhan kami, yang bersama dengan Dikau dalam persatuan Roh Kudus, hidup dan berkuasa, Allah, sepanjang segala masa. Amin.

Kamis, 06 Oktober 2011

Santa Perawan Maria, Ratu Rosario

Santa Perawan Maria, Ratu Rosario

Menurut pengalaman saya sebagai Pastor Paroki selama ini, salah satu devosi yang sangat berkembang dan digemari oleh umat yakni doa Rosario. Di lingkungan atau stasi, bila sudah memasuki bulan Mei sebagai Bulan Maria atau bulan Oktober sebagai Bulan Rosario, mereka tekun dalam pertemuan bersama untuk berdoa Rosario. Intensitas pertemuan juga cukup tinggi, ada yang satu minggu sekali, ada yang 2 kali seminggu, ada yang 3 kali seminggu bahkan ada yang tiap hari kecuali Sabtu dan Minggu. Herannya, umat yang hadir dapat dibilang banyak.

Berbeda sekali saat lingkungan mengadakan pertemuan sharing iman, Pendalaman Iman atau Pendalaman Kitab Suci yang hadir tidak terlalu banyak. Antusiasme umat berkurang. Ada apa ini? Aneh, tetapi itulah yang terjadi di lapangan. Mungkin doa Rosario begitu mudah, sederhana dan sudah dihafal sehingga tidak ada beban sedikit pun bagi mereka. Apa pun yang terjadi, devosi doa Rosario patut kita apresiasi sebagai gerakan kesalehan rohani umat.

Asal muasal


Semua kebiasaan yang kini berkembang selalu ada latar belakangnya. Begitu pula peringatan wajib Maria Ratu Rosario yang dirayakan peringatannya oleh Gereja setiap tanggal 7 Oktober, punya sejarah sendiri. Kitanya perlu diceritakan di sini.

Pada tanggal 7 Oktober 1571 terjadi suatu pertempuran armada laut yang dahsyat di Laut Tengah, dekat pantai Yunani. Tempat itu disebut Lepanto. Turki memiliki angkatan laut yang paling kuat di bawah Halifasha. Sebelum pertempuan ini, Turki telah menyerang semua pelabuhan Katolik di Eropa. Paus Pius V yang pada waktu itu duduk di Takhta St. Petrus di Roma menyerukan supaya semua orang Katolik di Eropa bersatu dan bertahan terhadap serangan armada Halifasha. Kemudian Paus menunjuk Don Yuan dari Austria menjadi komandan armada gabungan Eropa yang akan menghadapi armada Turki.

Don Yuan terkenal memiliki devosi yang sangat kuat kepada Bunda Maria. Ketika tentara Katolik naik ke kapal untuk diberangkatkan ke medan perang, mereka masing-masing diberi rosario di tangan kanan, sementara tangan kiri mereka memegang senjata. Paus yang menyadari armada ini tidak ada artinya dibandingkan dengan armada Turki yang jumlahnya tiga kali lipat, meminta agar seluruh penduduk Eropa berdoa rosario. Di mana-mana orang berdoa Rosario selama 24 jam terus-menerus.

Tanggal 7 Oktober 1571 pukul 11.30, kedua armada itu mulai bertempur dengan dahsyat hingga baru berakhir pukul 5.30 sore, hari berikutnya. Mukjizat terjadi di sana. Ketika pertempuran sedang berlangsung sengit, tiba-tiba angin berubah arah sehingga menguntungkan pihak armada Katolik. Armada Turki berhasil dikalahkan. Halifasha mati terbunuh. Karena kemenangan Rosario ini, maka tanggal 7 Oktober ditetapkkan sebagai hari peringatan Maria Ratu Rosario (lih.Indocell.net/yesaya)

Maria, Teladan Doa

Teladan apa? Maria adalah teladan dalam hal berdoa. Maria adalah seorang ratu dalam hal doa. Artinya, dia adalah orang yang unggul dalam hidup doa. Imannya yang begitu kuat dan mendalam tidak mungkin dimiliki tanpa hidup doa yang baik. Gereja melihat keunggulan Maria dalam aspek ini. Karena dia sebagai seorang pendoa kontemplatif, niscaya dia juga seorang yang tidak egois, ia sangat tahu dan peduli terhadap kebutuhan orang lain. Tidak hanya itu, Maria akhirnya membawa masalah itu kepada Yesus. Akhirnya orang mendapatkan pertolongan. Kita ingat cerita indah itu pada peristiwa Perkawinan di Kana di mana terjadi mukjizat air diubah menjadi anggur oleh Yesus.

Begitulah Maria memang pantas sebagai Ratu Rosario dan Ratu doa. Umat begitu mudah memahami akan hal ini sehingga mereka sangat senang berdevosi dan berdoa Rosario untuk membangun relasi pribadi dengan Tuhan dan Bunda-Nya. Dengan berdoa Rosario, umat sering mendapat pertolongan Tuhan, seperti keluarga yang mengadakan hajatan pernikahan di Kana.

Selain itu, dengan berdoa Rosario umat dapat memupuk iman dan menyucikan waktu dan hidupnya untuk Tuhan.

RUAH/Yudhi

Selasa, 04 Oktober 2011

ROSARIO: SARANA MERENUNGKAN MISTERI

Dalam doa Rosario, renungan tentang misteri-misteri Kristus ditawarkan lewat suatu metode yang dimaksud untuk membantu merenungkan misteri-misteri tersebut, yakni metode yang didasarkan pada pengulangan. Ini berlaku utamanya untuk Salam Maria, yang diulang 10 kali dalam peristiwa. Kalau pengulangan ini dinilai berlebihan akan muncul godaan untuk melihat Rosario sebagai doa yang kering dan membosankan. Tetapi, akan sangat berbeda, kalau doa Rosario dipandang sebagai luapan kasih yang tanpa kenal lelah kepada orang yang sangat dikasihi; di sini ungkapan-ungkapan bisa tetap serupa tetapi isinya selalu baru karena perasaan-perasaan yang meliputinya.

Satu hal yang sangat jelas: meski Salam Maria yang diulang-ulang itu dialamatkan langsung kepada Maria, Yesuslah yang akhirnya menjadi sasaran kegiatan kasih itu; bersama Maria dan lewat dia kegiatan kasih itu ditujukan kepada Yesus. Pengulangan itu ditopang oleh keinginan untuk semakin menyerupai Kristus, 'program' yang tepat untuk hidup Kristiani.

Sumber: Surat Apostolik Paus Yohanes Paulus II, Rosarium Virginis Mariae, 2002, No. 26
RUAH

Makna Doa Rosario

Doa Rosario adalah 'ringkasan Injil', karena di dalamnya dirangkai direnungkan sejarah keselamatan yang dipaparkan dalam Injil; mulai kisah-kisah sekitar inkarnasi sampai dengan kebangkitan dan kenaikan Tuhan. Dengan ditambahkannya satu rangkaian peristiwa baru, yakni peristiwa terang, doa Rosario menjadi ringkasan Injil yang lebih utuh. Kini renungan Rosario mencakup: peristiwa-peristiwa sekitar inkarnasi dan masa kecil Yesus (peristiwa-peristiwa gembira), peristiwa-peristiwa amat penting dalam pelayanan Yesus di hadapan umum (peristiwa-peristiwa terang), peristiwa-peristiwa sekitar sengsara-Nya (peristiwa-peristiwa sedih), dan kenangan akan kebangkitan-Nya (peristiwa-peristiwa mulia). RPM No 19


"Jangan lagi melukai hati Tuhan, Allah kita, karena Dia begitu banyak dilukai" ~ Pesan Bunda Maria di Fatima 13 Oktober 1917

Minggu, 25 September 2011

Doa Rosario adalah doa Kristologis

Doa Rosario adalah salah satu doa Kristiani yang sangat Injili, yang intinya adalah renungan tentang Kristus. Sebagai doa Injil, Rosario dipusatkan pada misteri inkarnasi yang menyelamatkan, dan memiliki orientasi Kristologis yang gamblang. Unsurnya yang paling khas adalah pendarasan doa Salam Maria secara berantai. Tetapi puncak dari Salam Maria sendiri adalah nama Yesus. Nama ini menjadi puncak baik dari kabar/salam malaikat, "Salam Maria penuh rahmat, Tuhan sertamu," maupun dari salam ibu Yohanes Pembaptis, "Terpujilah buah tubuhmu" (Luk 1:42). Pendarasan Salam Maria secara berantai itu menjadi bingkai, dimana dirajut renungan atau kontemplasi atas misteri-misteri yang ditampilkan lewat Rosario. (Paus Paulus VI, Anjuran Apostolik Marialis Cultus, 2 Februari 1974, 46)

Jumat, 23 September 2011

Doa Rosario (Peristiwa Cahaya)

Kelima Peristiwa Cahaya merupakan penambahan lima misteri baru kepada rosario Santa Perawan Maria oleh Paus Yohanes Paulus II pada tahun 2002. Penamahan lima Peristiwa Cahaya, yaitu masa perutusan Yesus di hadapan orang banyak, adalah untuk lebih menekankan bahwa pusat devosi Maria, yang salah satu bentuk dan praktek lahiriahnya adalah dengan berdoa rosario, ialah kepada Kristus. Diharapkan, dengan adanya renungan makna Peristiwa Cahaya ini membuat umat semakin memahami dan mencintai rosario.


Pada Peristiwa Cahaya pertama, saat Yesus dibaptis di Sungai Yordan, terdengarlah suara dari langit; “Engkaulah Anak-Ku yang Kukasihi, kepada-Nyalah Aku berkenan” (Lukas 3:21-22). Peristiwa ini merupakan suatu bukti yang menjamin bahwa Yesus adalah sungguh-sungguh Anak Allah, dan bahkan Allah sendirilah yang menyatakan demikian. Jadi apabila Yesus yang adalah Anak Allah merelakan diri-Nya untuk melayani orang lain, kita yang telah dipersatukan sebagai anak Allah dalam pembaptisan pun diharapkan berbuat demikian pula. Jangan malu dan ragu dalam melayani, seberapa banyak yang bisa kita perbuat, ingatlah bahwa Yesus telah melakukannya terlebih dahulu.


Dalam Peristiwa Cahaya kedua, Yesus melakukan mujizat mengubah air menjadi anggur pada pesta nikah di Kana (Yohanes 2:1-11). Hal ini mengingatkan kita bahwa bahkan dalam pelayanan untuk Tuhan pun, kita bisa “kehabisan anggur”. Melayani Tuhan tidak berarti kita terjamin selalu bahagia, selalu senang, selalu bersemangat dan selalu berhasil. Malah banyak dari kita merasa gagal, jadi mandeg, tidak mendapat dukungan ataupun jenuh. Pada saat inilah kita perlu meminta agar Yesus selalu “menambahkan anggur” dalam kehidupan dan pelayanan kita. Dengan rosario, kita berdoa bersama Bunda Maria untuk senantiasa dimampukan dalam setiap langkah kehidupan dan pelayanan kita, niscaya Yesus akan “menambahkan anggur” dengan berlimpah-limpah, dan tentunya dengan anggur yang lebih baik.

Setelah dikukuhkan lewat pembaptisan dan menimba kekuatan anggur Tuhan, saatnya kita mewartakan Kerajaan Allah sebagaimana yang Yesus lakukan dalam Peristiwa Cahaya ketiga (Matius 4:12-17). Sesungguhnya pembaptisan kita sia-sia dan tidak membawa keselamatan bila kita tidak bertobat dan membawa anugrah pertobatan, yaitu keselamatan kekal, sukacita dan damai sejahtera, melalui pelayanan kepada sesama kita.

Dalam Peristiwa Cahaya keempat, diceritakan bagaimana Allah Bapa mempermuliakan Anak-Nya Yesus Kristus di Gunung Tabor (Lukas 9:28-36). Dalam kitab suci, ada 2 gunung yang disebut-sebut dalam perjalanan hidup Yesus, yaitu Gunung Tabor dan Gunung (Bukit) Kalvari. Gunung Tabor adalah tempat Yesus dimuliakan; sementara Bukit Kalvari adalah tempat Yesus disalib setelah menjalani serangkaian penderitaan. Tapi sesungguhnya lewat penderitaan dan penghinaan itu, Yesus pun dimuliakan oleh Allah Bapa dengan bangkitnya Dia dari kematian pada hari ketiga. Yesus adalah Anak Allah dan Juruselamat kita yang hidup!

Dalam Peristiwa Cahaya kelima, Yesus menetapkan Ekaristi dan meminta para murid untuk melakukannya sebagai kenangan akan Dia yang telah mengorbankan Tubuh dan Darah-Nya sendiri (Matius 26:26-29). Ekaristi-lah jaminan yang ditinggalkan oleh Yesus bahwa Dia akan selalu menyertai kita sampai akhir jaman. Yesus memang sudah tidak berada bersama kita secara fisik, tapi lewat Ekaristi kita mengalami kehadiran-Nya yang selalu menyertai kita. Maka sungguh sayang apabila kita merasa bosan, mengantuk saat Misa dan tidak menghormati perayaan Ekaristi.


Sumber: http://www.reginacaeli.org/index.php?option=com_content&view=article&id=2212:merenungi-peristiwa-cahaya&catid=325:edisi-8&Itemid=288
diposting: jetszz